Press "Enter" to skip to content

Cerita Motivasi Hidup Seorang Pengemis Menjadi Pengusaha

Cerita Motivasi hidup yang luar biasa dari seorang pengemis yang tidak memiliki apa-apa menjadi seorang pengusaha sukses yang memiliki banyak  uang. Dan ini terjadi karena ketidaksengajaan. Dan mengajarkan kita bahwa kadang bukan keadaan yang membuat kita miskin. Melainkan karena niat kita yang tidak pernah mau berubah.

Cerita ini dimulai dari seseorang katakanlah namanya Albar. Dia seorang pengemis. Sebuah pekerjaan yang tidak dianggap pekerjaan oleh orang lain. Dan memang kebanyakan orang tidak salah menganggapnya begitu. Dengan tubuh yang masih muda dan kuat, seharusnya bekerja terhormat layaknya orang lain. Tapi apa daya karena kemiskinan, harapannya pudar.

Dengan meminta-mintalah dia mengisi perutnya. Mengharapkan belas kasihan orang lain. Setiap hari, Albar berpura-pura memiliki tubuh lemah. Sehingga orang iba melihatnya dan dengan rela memberikan sedikit rupiah kepadanya. Bertahun-tahun dia melakukannya tanpa pernah berubah tanpa pernah berpikir untuk melakukannya sekalipun.

Suatu hari sebuah kejadian membuat kisahnya menjadi cerita motivasi hidup. Malam hari Albar masih berada di sebuah bank. Menggelar tikar dengan mangkok terisi uang sangat sedikit. Maklum hari itu sepertinya banyak orang tidak iba dengan dirinya. Sehingga dirinya mendapatkan uang dalam jumlah sangat sedikit. Bahkan walau posisinya sudah berada di ATM tempat dimana orang mengambil uang. Itulah kenapa juga dia masih meminta-minta walaupun matahari sudah terbenam lamanya.

Muncullah  orang berjas hitam tergesa-gesa menuju ATM. Dari penampakannya dia agak gendut. Walau begitu wajahnyabersih dan rambutnya tertata rapi. Pertanda seorang pria modern yang selalu mengikuti modekelas atas.

Tanpa peduli dengan pengemis didepannya dia langsung masuk ke ATM. Tidak sampai beberapa menit kemudian dia sudah selesai. Mengambil segopok uang berwarna merah dalam jumlah yang sangat banyak. Menghitung uang itu sambil berjalan. Dia tiba-tiba hampir terjatuh untung segera mampu menahan keseimbangan dengan memegang pintu ATM.

Namun selembar uangnya jatuh ke mangkok pengemis..

Sebenarnya dalam hati pria berjas ingin mengambil uang itu kembali. Tapi apa daya malu untuk mengambilnya kembali. Akhirnya dia pergi menjauh namun wajahnya menyiratkan ketidakrelaan. Albar tentu tidak menyangka usahanya untuk menunggu sampai malam membuahkan hasil. Ada orang baik hati yang memberinya selembar uang seratus ribu rupiah. Di pegangnya uang itu dengan penuh sujud syukur.

Tiba-tiba pria berjas itu kembali lagi. Dan secepat kilat mengambil mangkok dari si pengemis itu. Dan berkata dengan kasar “Kamu Juga Pengusahakan?”. Si Albar cuman memandang terdiam melihat pria berjas itu masuk ke dalam mobil.

Cerita motivasi hidup seorang pengmis belum berakhir begitu saja. Lima tahun kemudian seorang pengusaha bernama Rudi sedang kebingungan karena usaha sepatu warisan bapaknya sedang mengalami kebangkrutan. Ketika sedang bingungnya mencari investor untuk menyelamatkan. Dia mendapatkan telepon dari sekretarisnya, bahwa ada orang yang ingin bertemu.

Rudi melihat wajah yang sangat asing dan tidak pernah kenal sebelumnya. Yang membuatnya lebih kaget lagi. Pengusaha bernama Albar ingin berinvestasi di perusahannya yang sedang merugi dalam jumlah besar. Rudi sangat senang bukan tapi dia bertanya-tanya “Mengapa anda mau berinvestasi ditempat ini…”

Albar hanya berkata “saya ingin membalas hutang budi saja”.

“Hutang budi ?” Sambur Rudi heran

Mungkin bapak lupa bahwa dulu bapak pernah membeli mangkuk saya seharga seratus ribu. Bahkan mengatakan saya seorang pengusaha. Semua orang menganggap saya seorang pengemis. Dan anda satu-satunya orang memandang saya seorang pengusaha. Sejak saya itu saya bekerja keras dan tidak pernah mengemis lagi. Sampai akhirnya saya bisa sesukses seperti sekarang.

Dan Rudi hanya terdiam dan terbengong melihat cerita motivasi hidup dari seorang pengemis.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *